Jumat, 18 Mei 2012

HJ. MARIA ULFA - BELUM HABIS


Di pondok pesantren Urwatul Wutqa Klaten, telah berlangsung pembinaan tilawatil qur’an. Kali ini peserta sangat beruntung mengikuti acara yang dihelat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) kabupaten Klaten, karena dibimbing langsung oleh Hj. Maria Ulfah, seorang qari’ level Internasional. Meskipun tidak bisa melihat wajah beliau secara langsung, namun peserta rela mengikuti dari luar area.
Ruangan yang berukuran 100 m persegi praktis tidak bisa menampung semua peserta.
Hj. Maria Ulfa



Juara qari’ nasional boleh silih berganti. Baik Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), maupun Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang mempertandingkan beberapa cabang.Cabang Qira’ah yang paling popular dan dianggap oleh peserta merupakan kelas yang bergengsi. Namun Bu Maria (biasa dipanggil demikian) tetap belum tergantikan. Terbukti, hingga kini banyak daerah-daerah yang ingin mengundang beliau hanya untuk membagi ilmu dan suaranya. Umur yang telah mencapai 56 tahun, tidak menyurutkan motivasi beliau dalam memperkenalkan ayat-ayat al-Qur’an yang dilagukan dengan indah. Stamina beliau masih terhitung prima. Suaranya masih nyaring dan bening. Dari pukul 10.00 pagi hingga 16.00, dengan jeda hanya 1 jam, suara tidak berubah sedikitpun. Cengkok lagu yang dibawakan masih tetap sama.

Seperti biasa, di akhir sesi dilaksanakan tes untuk mengetahui seberapa jauh daya serap peserta pelatihan. Peserta yang ditunjuk diberi keleluasaan untuk memperagakan sesuai dengan lagu yang ditentukan. Pembimbing belum akan beranjak ke peserta berikut sebelum peserta yang ditunjuk mampu melantunkan jenis lagu. Acap kali seorang peserta harus mengulang sampai 6 kali. Tapi memang begitulah. Dengan sabar dan telaten, beliau tetap setia menunggu hingga peserta benar dalam membawakan sebuah lagu.

Ada dua macam lagu indah al-Qur’an (qiro’ah) yaitu Makawwi dan Misri. Dalam perjalanan menembus waktu, lagu makawwi kurang berkembang karena memiliki sifat statis. Hal ini karena dipengaruhi oleh mazhab Hambali dan Maliki. Sebaliknya, jenis lagu misri berkembang dengan pesat karena dinamis sehingga banyak disukai oleh qari’ terutama pada ajang MTQ. Aliran irama misri inilah yang kemudian berkembang pesat di Indonesia. Hal ini juga dipengaruhi oleh mazhab Syafi’i dan Hanafi yang memberikan hukum Mustahab (dianggap baik dan digalakkan).
Karena disukai bukan saja oleh qari’ tapi juga masyarakat pecinta ayat al-Qur’an yang dilagukan dengan indah, maka jenis iramanyapun mengalami perkembangan dan membentuk modifikasi. Semula lagu jenis misri hanya 7 macam yaitu : bayyati, shaba, hijaz, nahawand, rasyd, syika dan jiharkah. Tetapi berkembang semisal : Bayyati Nawa variasi Syari, Hijaz awwal maqam, Nahawand soal, Rast ‘alan nawa soal dll.



MP3 nya bisa anda download disini:

Courtesy:
1. http://sosok.kompasiana.com/2011/04/16/hj-maria-ulfah-belum-habis/ (ULASAN)
2. http://emhamultimedia.blogspot.com/ (MP3)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar